Hal itu diungkapkan Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Yangon, Myanmar, Rabu (3/4/2013).
"Premium itu dijual Rp 4.500 per liter, namun harga pokoknya Rp 9.500 per liter. Jadi besar subsidinya Rp 5.000 per liter," tutur Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya kita nggak boleh membiarkan subsidi, karena akan membengkak. Ini nggak adil, sebab pengguna subsidi 70% itu dari middle class (kelas menengah)," tambahnya.
Seperti diketahui, besaran subsidi BBM yang diberikan pemerintah tahun ini adalah Rp 193,8 triliun. Volume BBM subsidi yang dialokasikan pemerintah tahun ini adalah sebesar 46 juta kiloliter (KL). Jika tidak ada kebijakan yang dilakukan, maka volume konsumsi BBM akan membengkak di atas alokasi yang disediakan.
(feb/dnl)











































