JK: Kebijakan BBM Kebanyakan Bicara, Tapi Nggak Dilaksanakan

JK: Kebijakan BBM Kebanyakan Bicara, Tapi Nggak Dilaksanakan

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 03 Apr 2013 10:55 WIB
JK: Kebijakan BBM Kebanyakan Bicara, Tapi Nggak Dilaksanakan
Jakarta - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengungkapkan pemerintah saat ini kebanyakan bicara untuk menentukan kebijakan BBM subsidi yang membebani negara, namun tidak ada yang dilaksanakan.

"Ini sudah dua tahun kita bicara apa saja, tapi silahkan laksanakan, jangan hanya bicara," kata JK sapaan akrabnya ketika ditemui di Hotel Dharmawangsa, Rabu (3/4/2013).

Kata JK, pemerintah banyak bicara tentang pembatasan BBM, gunakan teknologi, naikkan harga BBM, dan banyak lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan memang pilihan-pilihan yang tidak enak, tetapi harus ada yang dilakukan jangan hanya bicara, silahkan laksanakan," tandas JK.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku, pemerintah siap mengambil langkah atau opsi yang berani untuk mengontrol laju subsidi energi di 2013. Langkah ini diambil agar subsidi energi tidak naik menjadi Rp 300 triliun.

"Kita Harus berani kurangi subsidi, kalau kita nggak berani, fiskal kita nggak sehat karena semakin boros energi," tutur Hatta kepada wartawan di Yangon, Myanmar.

Pemerintah, pada April ini sedang menggodok beberapa opsi atau strategi mengerem laju subsidi energi yang kemungkinan diambil. Opsi yang dikaji antara lain, mengontrol penggunaan BBM bersubdi dengan memasang chip canggih di setiap kendaraan, sehingga mobil tidak bisa membeli BBM melebihi kuota dan mesin dispenser pada SPBU akan terkunci secara otomatis.

Opsi lain yang kemungkinan di kaji adalah membuat bensin subsidi dengan kadar oktan 90 (premix). "Mereka ada pilihan Ron 90 dengan harga Rp 7.000. Ini exercise. April ini kita putuskan," tambahnya.

(rrd/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads