Kontrak Total E&P dan Inpex Corporation di Blok Mahakam memang akan habis 2017. Belum ada keputusan dari pemerintah soal nasib pengelola blok tersebut. Pertamina berniat untuk mengambil alih 100% pengelolaan blok tersebut.
"Dengan kenyataan hari ini bahwa Blok Mahakam dalam tahap penurunan produksi dan cost (biaya) per barel yang juga semakin tinggi, maka total penerimaan di tahun 2018 kemungkinan besar hanya kurang dari setengah total penerimaan 2013," ucap Head Development Media Relations Total E&P Indonesie Kristanto Hartadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Kristanto, bila dengan menggunakan asumsi ekonomi yang sama. Jadi, menurut hematnya tidak mungkin pendapatan di Blok Mahakam lebih dari Rp 100 triliun per tahun.
"Rasanya agak mustahil bila keuntungan kontraktor (net contractor share) per tahun di Blok Mahakam pasca 2017 berada di atas angka Rp 100 triliun," tandasnya.
Sebelumnya Dirut Pertamina Karen Agustriawan mengungkapkan kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan, jika Blok Mahakam diberikan ke Pertamina 100%, maka keuntungan PT Pertamina pada 2018 atau setahun setelah mengelola Blok Mahakam akan mencapai Rp 171 triliun dari saat 2012 yang hanya mencapai Rp 25 triliun.
(rrd/dnl)










































