Jero Minta Pertamina Paparkan Secara Jernih dan Rasional ke Soal Blok Mahakam

- detikFinance
Rabu, 03 Apr 2013 15:59 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Menteri ESDM Jero Wacik meminta Direksi Pertamina menjelaskan secara jernih dan rasional soal kemampuan perusahaan migas plat merah ini untuk mengambil alih pengelolaan sumur gas di Blok Mahakam, Kalimantan Timur dari Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation yang kontraknya habis 2017.

"Pertamina paparkan ke Pak Dahlan yang jernih, benar, dan rasional, yang rakyat lebih banyak dapat dan jangan emosional," kata Jero ketika diitemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (3/4/2013)).

Dikatakan Jero, Pertamina juga jelaskan apa saja opsi yang lebih baik dilihat dari kemampuan perusahaan migas BUMN ini.

"Karena selama ini kita tanpa mengeluarkan keringat, uang sepeserpun tetap dapat jauh lebih banyak daripada mereka (Total E&P Indonesie dan Inpex)," ungkap Jero.

Selama hampir 50 tahun produksi dari tahun 1967 hingga saat ini, kata Jero, negara mendapatkan bagian 85% sementara mereka hanya 15% dari Blok Mahakam.

"Dan Blok Mahakam tersebut bukan milik mereka, itu tetap milik Indonesia," tandasnya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini baru berbicara kepada direksi Pertamina soal kemampuannya menggarap Blok Mahakam. "Ya saya cuma bicara 1 menitan saja ya. Saya sudah rapat dengan Direksi Pertamina, saya tanya apakah Pertamina siap dan mampu kelola Blok Mahakam? Direksi bilang sanggup," ucap Dahlan kepada wartawan di kantor pusat Pertamina hari ini.

Memang, kata Dahlan, sampai saat ini banyak yang meragukan kemampuan Pertamina, seperti yang terjadi saat Pertamina mengambil alih pengelolaan Blok West Madura Offshore (WMO) dari CNOOC.

"Produksi WMO memang sempat turun dari produksi sebelumnya 20.000 barel per hari, namun setelah diserahkan ke Pertamina produksinya turun di bawah 10.000 barel per hari," ungkap Dahlan.

Namun saat ini, kata Dahlan, produksi minyak di WMO berangsur-angsur meningkat, bahkan bisa naik lagi 100% menjadi lebih dari 30.000 barel per hari.

"Ada lagi ONWJ, sekarang produksinya meningkat drastis menjadi 40.000 barel per hari. Dengan melihat kapasitas tersebut keraguan dari berbagai pihak sudah terbantahkan," ujarnya.

(rrd/dnl)