Menurutnya, Pertamina harus menyerahkan data-data seperti teknisi hingga kemampuan penyediaan teknologi.
"Kalau Pertamina yakin harus sebutkan engineer-nya, sudah senior berapa, mana yakinnya. Kalau engineer, finance, dan technology," ungkap Jero kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (4/4/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan lihat labanya. kalau berbisnis itu jangan lihat dapatnya berapa," cetusnya.
Jero mengingatkan agar Pertamina tidak hanya memikirkan aksi korporasi semata. Namun, juga terhadap kepentingan negara yang menurutnya jauh lebih penting.
"Jadi kepentingan negara itu lebih penting dibandingkan Pertamina," tegasnya.
Jero menyebutkan keputusan terkait Blok Mahakam akan dikeluarkan sebelum pergantian pemerintah.
"Kalau bisa sekarang bisa kan bagus, kalau sesudah juga mendukung, tapi nanti pemerintahan selanjutnya malah bilang apa sih kerjanya menteri sebelumnya. Itu disalahkan juga. Karena selalu salah. Jadi kita harus bereskan sekarang," pungkasnya.
(dnl/dnl)











































