Menurut Ketua Bidang Infrastruktur Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim, saat ini di dunia sudah jarang bahkan hampir tidak ada yang memproduksi bensin jenis premium.
"Sedikit sekali bahkan hampir tidak ada lagi negara yang memproduksi atau menjual premium (Ron 88)," ujar Ibrahim ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya sangat besar kemungkinan yang diimpor itu BBM yang beroktan 90-92 (pertamax), karena jarang yang produksi premium lagi," ujar Ibrahim.
Artinya, ada dua kemungkinan ketika masyarakat membeli bensin premium di SPBU yang didapat adalah bensin jenis premix atau pertamax?
"Ya bisa kemungkian besar begitu, karena bisa juga sampai ke Indonesia dicampur dengan oktan 88 atau diturunkan oktannya dari 90/92 ke oktan 88 tapi itu butuh biaya lagi atau memang dijual langsung saja," tandasnya.
(rrd/dnl)











































