"Banyak sekali kita malingnya. Sekarang saja sudah berapa banyak BBM yang disalahgunakan. Saya setuju dinaikkan," ungkap Sofjan saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (9/4/2013).
Sofjan tidak setuju dengan usulan pemerintah yang memberikan alokasi BBM subsidi hanya pada kendaraan plat kuning. Menurutnya, cara itu tidak efektif dan hanya mengurangi beban subsidi sebesar Rp 30-40 triliun, bahkan bisa menimbulkan masalah baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, ia menegaskan pemerintah harus cepat menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun di samping itu, ia mengimbau kepada pemerintah agar membangun banyak infrastruktur dan menyediakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada rakyat miskin dari alokasi BBM subsidi yang tidak terpakai.
"Sisanya kita buat infrastruktur. Infastruktur yang kita butuhkan adalah liistrik, jalan, air, irigasi untuk petani kita. Tetapi siapkan BLT karena paling penting untuk rakyat miskin terutama BLT ini," cetusnya.
(wij/dnl)











































