"Proyek PLTP Sarulla ini sudah dimulai sejak tahun 1990 di WKP (Wilayah Kerja Perkembangan) Sarulla. Namun akhirnya April ini bisa dimulai," ucap Jero di acara Penyerahan Persetujuan Amandemen Energy Sale Contract & Join Operation Contract PLTP Sarulla, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/4/2013).
Dikatakan Jero, dengan berbagai dobrakan yang dilakukan Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, UKP4 akhirnya benang kusut yang menghambat proyek Sarula hampir 23 tahun ini bisa terusai dan bisa mulai berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu Jero meminta setiap pejabat dan swasta yang terlibat dalam proyek ini bisa mempercepat semua urusannya. "Kalau ada yang menghambat, silakan telepon saya," ujarnya.
Proyek Sarulla ini, kata Jero, sangat penting bagi Indonesia, sebagai proyek panas bumi terbesar di dunia PLTP Sarulla ini bisa menghemat subsidi listrik Rp 4 triliun per tahun.
"Besar manfaatnya, bisa hemat subsidi listrik Rp 4 triliun per tahun, apalagi kapasitasnya sangat besar, ini tentunya dapat membantu masyarakat yang terus ingin pasokan listrik," tandasnya.
(rrd/dnl)










































