"Saya mempelajari selama dua tahun ini kenapa lebih? Setelah saya pelajari, memang ada logika-logika yang menyebabkan over quota, kita rasakan sendiri, masyarakat sendiri. Ini sisi yang positif bagi negeri kita," cerita Jero saat ditemui di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (16/4/2013).
Dikatakan Jero, penyebab kuota BBM subsidi di Indonesia terus jebol atau melewati kuota yang ditetapkan adalah karena ekonomi Indonesia tumbuh bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, ujar Jero, telah mempelajari sebanyak 77% subsidi BBM yang disalurkan salah sasaran. Karena yang menikmatinya justri masyarakat kelas menengah yang tak layak di subsidi.
"Karena akhirnya subsidi BBM dan termasuk energi dan listrik sudah hampir Rp 300 triliun, mulailah kita tidak boleh membiarkan, harus diatasi segera," tandasnya.
(rrd/dnl)










































