"Penambahan suplai itu mencapai 20% dari rata-rata suplai harian," kata Assistant Customer Relation Pertamina Region I, Sonny Mirath kepada wartawan di Medan, Rabu (24/4/2013).
Menurut Sonny, data penyaluran normal solar subsidi SPBU di Region Sumbagut per hari sebanyak 7.259 kiloliter (KL). Perinciannya, untuk wilayah Aceh sebanyak 723 KL, Sumatera Utara 2.918 KL dan Sumatera Barat 1.098 KL. Kemudian Riau di sebanyak 2.136 KL dan di Kepulauan Riau sebanyak 384 KL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sesuai dengan Permen ESDM No. 1 Tahun 2013 perihal Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak, ada larangan pengisian solar subsidi untuk kendaraan angkutan perkebunan, pertambangan dan kehutanan.
"Region I Sumbagut telah menyediakan SPBU solar non subsidi yang tersebar di sebagian besar wilayah Sumbagut. Dari 686 SPBU di Sumbagut telah tersedia 250 SPBU yang menyediakan solar nonsubsidi," kata Sonny.
Untuk kelancaran pendistribusian solar subsidi di SPBU, Pertamina menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak kepolisian. Mereka juga menurunkan tim monitoring yang bertugas melakukan pengawasan terhadap distribusi dan layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kepada konsumen di lembaga penyalur resmi.
(rul/hen)











































