"Ya walaupun dilakukan dua harga BBM subsidi, kuota BBM subsidi tetap jebol sekitar 48 juta KL, sementara kuotanya 46 juta KL, jadi seandainya nanti kita hitung tentu akan bersama-sama mengubah APBN-P dengan DPR," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo ketika ditemui di Seminar Strategi Komprehensif Pengendalian BBM Subsidi, di Gedung Antara, Jakarta, Rabu (24/4/2013).
Dikatakan Susilo, apalagi sejak awal pemerintah meminta kuota BBM subsidi kepada DPR sebesar 48 juta KL namun hanya disetujui 46 juta KL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana pemerintah meminta tambahan kuota BBM subsidi bukan berarti pemerintah dan Pertamina tidak bisa mengontrol konsumsi kuota BBM subsidi.
"Tidak ada yang salah, ini karena mobil tambah banyak, industri tambah maju, ekonomi tambah tumbuh. Siapa bilang kita tidak mempertimbangkan hal itu, kalau tidak dibatasi ya gimana pasti jebol lebih besar bisa 53 juta KL," tandasnya.
(rrd/ang)











































