Salah satu sopir truk, Sumilan (50) mengantre sejak sore kemarin, Selasa (23/4/2013) untuk mendapatkan solar. Namun saat tiba gilirannya, solar habis. Ia pun memutuskan untuk menunggu hingga solar datang. Demikian juga dengan sopir truk lainnya yang mengantre.
"Saya sudah antre sejak jam 18.00 kemarin. Kalau seperti ini mau enggak mau uang jalan buat makan. Nombok," katanya di SPBU Bandarharjo, Semarang, Rabu (24/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aturannya ini besok sudah sampai tujuan. Kalau seperti ini bagaimana?," tandasnya.
Dari SPBU Bandarharjo hingga perbatasan Semarang-Kendal, rata-rata dipasangi papan bertuliskan solar subsidi habis. Meski demikian terlihat sejumlah kendaraan tetap mengantre hingga pasokan solar datang.
Menanggapi hal itu External Relation Pertamina Marketing Operation Region IV Jateng & DIY Heppy Wulansari mengatakan adanya antrean panjang kendaraan tidak terkait masalah stok ataupun distribusi Pertamina.
"Stok sangat aman, akan tetapi untuk mendistribusikannya kepada masyarakat Pertamina mengacu pada besaran kuota yang telah ditetapkan dalam APBN 2013," ujar Heppy.
Ia menambahkan, sesuai dengan arahan pemerintah, sejak Selasa (23/4/2013) sore kemarin, Pertamina telah menambah pasokan solar bersubsidi kepada masyarakat hingga 30 persen.
"Jika mengacu kuota 2013, maka alokasi harian solar subsidi kepada masyarakat sekitar 4.554 kiloliter per hari, dengan penambahan ini maka penyaluran meningkat menjadi sekitar 5.920 kiloliter per hari," katanya.
"Pertamina melakukan upaya-upaya dengan membentuk Satgas, penambahan waktu pelayanan seluruh Terminal BBM hingga penambahan armada mobil tangki agar kondisi di lapangan segera normal dan tidak ada antrean panjang," tutup Heppy.
(alg/dnl)











































