Hal tersebut dialami oleh seorang warga kota Padang bernama Erry, ia menuturkan saat ini sangatlah sulit untuk mendapatkan solar di SPBU di Kota Padang. Erry harus rela mengantre dan menginap di SPBU sampai 2 hari untuk mengisi bahan bakar kendaraannya.
"Ngantre sampai 2 hari saya pernah ngantre 2 hari. Akhirnya pasokan datang, kita kejar tidak keburu, dan itu habis lagi," kata Erry kepada detikFinance di salah satu rumah makan di Padang, Sumatera Barat, Kamis (25/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat lain, Andri, yang juga kerap mengantre BBM solar mengatakan, ia pernah tidak mendapatkan solar sama sekali. Bahkan saat berkeliling ke semua SPBU kota Padang, dan hasilnya nihil.
"Kalau ngantri barangnya ada nggak apa-apa. Saya pernah cari di 10 SPBU semua kosong," katanya.
Menurut Andri, ia beruntung mendapatkan solar, tangki kendaraannya tidak bisa diisi penuh. Pasalnya, setiap kendaraan diberi jatah Rp 150.000 sekali pengisian setiap harinya, itupun hanya cukup untuk 4 hari.
"Di setiap SPBU itu ada polisi yang berjaga. Kalau beli pakai jerigen yang subsidi ditangkap, kalau non subsidi tidak," jelasnya.
Dikatakan Andri, hal tersebut terjadi untuk solar bersubsidi. Ia harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi solar non subsidi, meski solar non subisidi lebih mudah didapatkan, namun hanya beberapa SPBU yang menyediakannya.
"Harganya Rp 10.700 kalau tidak salah. Dan SPBU-nya terbatas, kalau tidak salah cuma ada 3 di By pass Padang ini," ujarnya.
(zul/hen)











































