Bensin Premium di SPBU Diisi Pertamax Terjadi Sejak 2003?

Bensin Premium di SPBU Diisi Pertamax Terjadi Sejak 2003?

- detikFinance
Kamis, 25 Apr 2013 14:14 WIB
Bensin Premium di SPBU Diisi Pertamax Terjadi Sejak 2003?
Jakarta - Bensin premium Ron 88 yang dijual di SPBU ternyata adalah premix Ron 90 atau pertamax Ron 92. Kondisi ini diduga telah terjadi sejak 2003, karena saat mengimpor, tak ada lagi negara yang menjual bensin jenis premium.

"Setahu saya premium keluarnya pertamax di SPBU sudah terjadi sejak 2003," kata sumber detikFinance di lingkungan ESDM, Kamis (25/4/2013).

Pasalnya sejak 2003 Indonesia sudah tidak bisa memenuhi pasokan BBM dari produksinya sendiri dan terpaksa impor. Sementara di luar negeri tidak ada lagi yang memproduksi bensin jenis premium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya kita harus impor, jadi ya karena banyak negara eksportir minyak sudah tidak produksi BBM dengan Ron 88 (premium) makanya harus impor bisa RON 90, bisa juga RON 92," tandas pejabat tersebut.

Sebelumnya, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto mengatakan, saat ini tidak ada lagi negara yang menjual bensin premium Ron 88. Jadi yang diimpr adalah Ron 90 atau premix.

"Ya memang menggunakan aturan berpuluh tahun selalu menggunakan Ron 88, namun saat ini yang menjual Ron 88 sudah makin langka di dunia," kata Sugiharto.

Dikatakan Sugiharto, karena lebih mudah mengimpor Ron 90, maka Pertamina tetap menjualnya dengan harga premium Ron 88. Karena apabila bensin Ron 90 harus diturunkan oktannya, memerlukan biaya tambahan lagi.

Sementara Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto mengatakan, bensin premium yang dijual di SPBU adalah bensin pertamax dengan Ron 92.


(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads