"Sabtu pagi sudah selesai, memang untuk mengurai antrean panjang di SPBU yang sudah agak lama ini butuh waktu minimal 2 x 24 jam," ucap Karen ketika ditemui di acara sosialisasi persiapan SPBU menghadapi rencana dua harga BBM subsidi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (26/4/2013).
Ditambahkan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, Pertamina sudah tidak lagi melakukan pengendalian (kitir) solar subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Hanung, Jumat pagi di beberapa daerah yang terjadi antrean mulai berkurang, terutama di Jawa Tengah karena kendaraan dari timur dan dari barat, habis BBM-nya saat di Jawa Tengah.
"Saat ini memang masih terjadi antrean di Merak, Bakahuni, Lintas Sumatera, sebagian di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Jeneponto," ungkapnya.
Bahkan untuk mengurai antrean solar subsidi di SPBU, Pertamina dalam 2 hari ini telah menambahkan hampir 25.000 kiloliter solar.
"Kita grojok dalam 2 hari ini 30% lebih di atas kebutuhan normal, bahkan ada yang sampai 80% dari kebutuhan normal seperti di Kalimantan dan Jawa Tengah," tandasnya.
(rrd/dnl)











































