Pertamina Bikin Sistem Pengendali BBM Sekaligus Pendeteksi Pencurian Kendaraan

Pertamina Bikin Sistem Pengendali BBM Sekaligus Pendeteksi Pencurian Kendaraan

- detikFinance
Jumat, 26 Apr 2013 18:17 WIB
Pertamina Bikin Sistem Pengendali BBM Sekaligus Pendeteksi Pencurian Kendaraan
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) bersama PT INTI sedang mempersiapkan sistem pengendalian distribusi BBM subsidi dengan Radio Frequency Identification (RFID). Alat RFID ini akan dipasang di semua kendaraan bermotor yang tujuan awalnya adalah memonitor konsumsi BBM tiap-tiap kendaraan.

Namun, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, jika alat RFID ini dipasang di semua kendaraan, maka bisa multifungsi sebagai pendeteksi pencurian kendaraan bermotor. Nanti, seluruh kendaraan akan dipasang alat ini di dekat saluran tangki bensin, dan gratis.

"Sistem ini jika selesai diterapkan akan bisa mengetahui pencurian kendaraan bermotor. Bisa dideteksi karena kendaraan pasti butuh isi BBM, kalau isi di SPBU langsung terdeteksi mobilnya mengisi BBM terakhir dimana, misal di Ciledug maka bisa dideteksi," kata Hanung di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (26/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanung mengatakan, Pertamina sudah mendata, diperkirakan sepeda motor yang ada saat ini yang sudah terdaftar mencapai 68 juta unit. Sedangkan mobil pribadi sekitar 10 juta unit, namun kendaraan yang belum terdeteksi mencapai belasan juta unit. "Sistem ini akan mulai dipasang pada Juli 2013 dan dimulai di 22 provinsi dari 33 provinsi," tandasnya.

Berdasarkan data Pertamina yang dikutip detikFinance, dengan sistem monitoring dan pengawasan (SMP) menggunakan RFID ini negara bisa menghemat volume BBM subsidi mencapai 6,2 juta KL lebih setara dengan Rp 20,90 triliun per tahun jika pemerintah mau menerapkan pembatasan BBM subsidi.

"Dengan sistem SMP tersebut implementasi Permen ESDM No.1 Tahun 2013 (kendaraan dinas/BUMN/BUMD dan kendaraan operasional pertambangan, perkebunan serta kehutanan) akan berjalan efektif dan dapat menghemat hingga 250.000 KL Premium dan 1 juta KL solar per tahun," jelas data Pertamina.

Dengan sistem SMP tersebut juga bisa menghilangkan pelangsir BBM (pengisian BBM berulang-ulang). Dalam cacatan Pertamina kegiatan pelangsair ini setahun mencapai 100.000 KL premium dan 400.000 KL solar atau senilai Rp 1,76 triliun.

"Bahkan jika Pemerintah memberlakukan pengaturan kendaraan pribadi jenis bensin dan solar khususnya untuk wilayah Jabodetabek saja dalam setahun bisa menghemat 3,07 juta KL lebih premium dan 1,44 juta KL solar dalam setahun atau senilai Rp 14,76 triliun," jelas Pertamina.

Sehingga apabila implementasi SMP BBM dan program pengaturan BBM PSO berjalan efektif, maka penghematan nilai subsidi per tahun kurang lebih Rp 20,90 triliun per tahun.


(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads