YLKI: Kebijakan BBM Subsidi Dua Harga Tidak Mendidik

YLKI: Kebijakan BBM Subsidi Dua Harga Tidak Mendidik

Maikel Jefriando - detikFinance
Sabtu, 27 Apr 2013 11:00 WIB
YLKI: Kebijakan BBM Subsidi Dua Harga Tidak Mendidik
Jakarta -

Hanya menunggu waktu, kebijakan dua harag BBM subsidi akan direalisasikan pemerintah. Mobil pribadi harus bersiap membeli premium dengan harga Rp 6.500 dan sepeda motor tetap di harga Rp 4.500 per liter.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi masih menganggap kebijakan tersebut tidak edukatif. Menurutnya, masyarakat tetap akan berfikir bahwa minyak mentah di Indonesia masih melimpah.

"Kalau sepeda motor dibedakan tapi kan itu gak edukatif karena masih ngasih tahu BBM kita masih banyak cadangan," ungkap Tulus dalam acara dialog polemik Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Sabtu (27/4/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengharapkan pemerintah harusnya dapat memberi tahu dan mengajarkan masyarakat bahwa Indonesia sudah menjadi importir minyak. Caranya yang tepat adalah dengan menaikan harga untuk semua jenis kendaraan. Sehingga masyarakat tahu, kondisi ini sangat sulit.

"Harusnya dinaikan semua sehingga tahu kita net importir," sebutnya.

Ia mengatakan, beberapa negara di Eropa juga menerapkan kebijakan yang sama. Dimana ada dual harga BBM untuk dikonsumsi masyarakat. Namun, Tulus menyatakan ada perbedaan kebiasaan dan mentalitas masyarakat Indonesia dengan Eropa.

"Di beberapa negara Eropa itu diterapkan seperti apa. Tapi di sana mentalitas bagus, tapi di kita kan susah," pungkasnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads