Berdasarkan pantauan detikfinance, SPBU Cikini nantinya akan menjual BBM subsidi dengan harga sekitar Rp 6.500 per liter baik solar maupun premium dan tidak menjual BBM subsidi Rp 4.500 untuk sepeda motor dan plat kuning.
"Kita nanti akan menjual Premium Rp 6.500 jadi khusus mobil pribadi saja," ujar Kepala Shift SPBU Cikini Dede Rahmat kepada detikfinance, Sabtu (27/4/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sudah dengan harga ketetapan nantinya, kalau misalnya Rp 6.500 ya itu di sistem. Dioperasikan pas diputuskan. Jadi kalau ngasih uang Rp 20.000 maka akan dibagi Rp 6.500 per liter dan itu otomatis," kata Dede.
Akan tetapi, Ia menuturkan sepeda motor juga kan tetap dilayani, asalkan membeli premium dengan harga Rp 6.500. Selain dengan harga tersebut, petugas tidak akan melayani.
"Motor juga boleh asalkan belinya yang Rp 6.500," sebutnya.
Dede mengatakan spanduk pemberitahuan sudah dipasang sejak Jumat 26 April 2013, saat ada sosialisasi dari Menteri ESDM Jero Wacik. Namun, sekarang spanduknya diturunkan kembali karena keputusan resmi belum dikeluarkan.
"Jadi sekarang masih boleh yang Rp 4.500, spanduknya masih ditaruh. Jadi cabut dulu karena keputusannya belum keluar," tutupnya.
(ang/ang)











































