Direktur Keuangan Express David Santoso mengatakan, pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi hal itu, di antaranya menaikkan tarif taksi atau menggunakan LPG sebagai bahan bakarnya.
"Kita mengembangkan penggunaan bahan bakar gas LPG salah satunya, jadi ada berbagai macam yang dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM," kata David usai acara konferensi pers perseroan, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah 108 kendaraan kami menggunakan LPG sedangkan untuk taksi masih menunggu pemerintah terkait kenaikan ВВМ," ujarnya.
Nantinya, kata dia, rencana kenaikan BBM ini akan diimbangi dengan naiknya tarif angkutan umum tak terkecuali taksi.
"Mungkin akan menaikkan tarif sesuai dengan kesepakatan organda dan pemerintah. Dari hasil sementara, angkutan plat kuning tidak ada kenaikan. Tapi kita akan melakukan perundingan diwakili oleh organda," kata David.
Pada 2013, Express Group akan memfokuskan strategi ekspansinya pada bisnis taksi reguler dengan menargetkan jumlah taksi reguler menjadi lebih dari 10 ribu unit dan jumlah pool taksi menjadi lebih dari 26 pool pada akhir tahun 2013.
Saat ini, Express Group memiliki 25 pool taksi, 22 diantaranya berlokasi di Jadetabek dan 3 berlokasi di luar Jadetabek. Pool taksi Express memiliki luas rata-rata sekitar 14.600 meter persegi dan satu pool dapat menampung hingga 300-600 kendaraan.
Ekspress Group memiliki 2 jenis layanan kendaraan :
- Layanan Taksi Reguler
- Layanan Taksi Premium
- Layanan VATB (Value Added Transportation Business)
(ang/ang)











































