Kemenkeu: Premium 2 Harga Rawan Kebocoran dan Penghematan Kurang

Kemenkeu: Premium 2 Harga Rawan Kebocoran dan Penghematan Kurang

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 29 Apr 2013 15:25 WIB
Kemenkeu: Premium 2 Harga Rawan Kebocoran dan Penghematan Kurang
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kebijakan dua harga bensin premium yang awalnya akan dilakukan oleh pemerintah memang sangat rawan kebocoran. Selain itu penghematan anggaran yang didapat kurang maksimal.

"Lebih penting lagi kalau twin price (dua harga) itu ada kemungkinan bocor," ujar Plt Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Bambang Brodjonegoro saat ditemui wartawan di kantor Kemenkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2013)

Sementara itu, jika kebocoran terjadi, maka akan mempengaruhi potensi penghematan anggaran subsidi yang ditargetkan. Seperti diketahui, dengan kebijakan dua harga premium, target penghematan adalah Rp 21 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Potensi saving (penghematan) bisa berkurang kalau penerapan di lapangan nggak mulus," sebutnya.

Bambang menuturkan, tidak terlalu sulit mengambil kebijakan kenaikan BBM bersubsidi satu harga. Meskipun sudah ada persiapan untuk menerapkan dua harga.

"Ya itu kan opsi sudah banyak. kita kemarin bikin opsi banyak, bukan hanya dua harga dan semuanya sudah ada hitungannya. Nggak perlu awal lagi, cuma pindah dari satu opsi ke opsi lain," pungkasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads