Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, kebijakan kenaikan harga BBM subsidi tersebut harus mempertimbangkan harga-harga komoditas lainnya.
"Timing-nya saat harga rendah, saat deflasi," ungkap Suryamin kepada wartawan di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menyatakan, saat habis lebaran sangat menungkinkan terjadi deflasi. Sebab, harga komoditas seperti pangan menurun drastis.
"Kan awal Agustus lebaran. Bayangan saya Agustus itu inflasinya kecil karena biasanya harga barang-barang cenderung turun," sebutnya di kesempatan yang sama.
Sementara pada September ada panen beras tahap kedua yang dapat menurunkan harga beras.
"September juga turun karena puncak panen kedua. Puncak panen pertama Maret, panen berikutnya Agustus kecil, September-Oktober berpeluang deflasi karena puncak panen kedua juga," tutupnya.
(dnl/dnl)











































