Rencana kenaikan harga BBM subsidi belum bisa dipastikan kapan dan besarannya. Semakin banyak rencana, makin terjadi kesimpangsiuran dan harga barang-barang bisa naik duluan.
"Masalah BBM terus terang saja kita berharap, kalau mau dinaikkan, ya naikan segera, karena semakin banyak pemerintah berencana, akan semakin terjadi kesimpangsiuran. Belum naik, barang lain sudah naik, begitu benar-benar naik(BBM), barang naik lagi. Itu akaibat pemerintah tidak tegas. Kalau mau dikaji, putuskan segera," kata Wakil Ketua Kadin Jakarta Sarman Simanjorang kepada detikFinance, Rabu (1/5/2013).
Sarman mengatakan, dirinya berharap kenaikan harga BBM subsidi bisa dilakukan bertahap seperti kenaikan tarif dasar listrik (TDL) di tahun ini, agar masyarakat tidak kaget.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Umpamanya Rp 4.500 jadi Rp 5.500, ada kepastian, kemudian masyarakat tidak kaget. Naik Rp 1.000 wajarlah. Mungkin 3 bulan kemudian naik lagi Rp 1.000. Jadi nggak terasa, nggak terlalu kaget mereka," lanjutnya.
(zlf/dnl)











































