"Jadi konsep seharusnya sama dengan TDL (tarif dasar listrik) yaitu dilakukan secara bertahap namun harus segera diputuskan. Awal-awal naik menjadi Rp 5.500/liter atau naik Rp 1.000 dan kemudian 3 bulan lagi naik menjadi Rp 6.000/liter. Cara ini dilakukan agar masyarakat tidak kaget dengan kenaikan harga BBM," jelas Sarman saat dihubungi detikFinance, Jumat (10/05/2013).
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa ketidakberanian pemerintah untuk menaikan harga BBM lebih disebabkan belum punyanya format dan konsep kenaikan itu sendiri. Padahal menurutnya pemerintah sudah mempunyai niat untuk menaikan harga BBM karena beban APBN yang begitu berat untuk alokasi subsidi BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenyataan pemerintah belum siap menaikan harga BBM terlihat dari banyaknya isu dan gembar-gembor pemberitaan yang tidak benar.
"Kalau kita lihat memang konsepnya belum matang. Kemarin ada dua opsi dua harga yaitu Rp 4.500 dan Rp 6.500 dan itu gagal. Jadi memang formatnya belum matang," cetusnya.
(wij/dru)











































