Kemenkeu: Opsi Kenaikan Harga BBM Bertahap Sudah Telat

Kemenkeu: Opsi Kenaikan Harga BBM Bertahap Sudah Telat

- detikFinance
Jumat, 10 Mei 2013 13:50 WIB
Kemenkeu: Opsi Kenaikan Harga BBM Bertahap Sudah Telat
Jakarta - Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sudah terlambat untuk dilakukan secara bertahap. Tepatnya, saat ini harus dilakukan secara langsung.

"Sudah terlambat. Kalau mau naikkan secara bertahap dari awal tahun," ungkap Bambang kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (10/5/2013)

Bambang menuturkan, jika saat ini dilakukan kenaikan harga secara bertahap hingga akhir tahun 2013 maka dampaknya untuk target menyehatkan fiskal hanya sedikit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bertahap itu lebih terasa kalau dalam setahun itu tahapannya selesai, kalau pertengahan tahun terlalu kecil dampaknya untuk defisit," ujarnya.

Ia mengatakan, opsi untuk menaikan secara bertahap sempat menjadi pembahasan. Dimana, menurut Bambang kenaikan BBM akan dilakukan seperti kenaikan listrik. Namun, karena ada ancaman ekspektasi inflasi yang tinggi, maka opsi ini digugurkan.

"Karena menaikan secara bertahap itu apalagi kalau sudah diketahui oleh pelaku itu sudah ada ekspektasi inflation. Jadi ada yang bilang kalau naik Rp 500 dampaknya ke masyarakat pasti lebih soft. Tapi kalau listrik itu kan nggak bikin ekspektasi inflasi, tapi kalau BBM inflasi nya kan lebih langsung dari pada kenaikan listrik," paparnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengimbau kepada pemerintah agar kenaikan harga BBM dilakukan secara bertahap seperti yang dilakukan pada tarif dasar listrik di tahun 2013.

"Jadi konsep seharusnya sama dengan TDL (tarif dasar listrik) yaitu dilakukan secara bertahap namun harus segera diputuskan. Awal-awal naik menjadi Rp 5.500/liter atau naik Rp 1.000 dan kemudian 3 bulan lagi naik menjadi Rp 6.000/liter. Cara ini dilakukan agar masyarakat tidak kaget dengan kenaikan harga BBM," jelas Sarman.



(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads