Hal tersebut seperti diungkapkan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi ketika dihubungi detikFinance, Jumat (10/5/2013).
"Itu membingungkan, dan pasti ribet pengawasan, penerapannya di lapangan, masyarakat bisa chaos nanti," tegas Tulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau pemerintah mau ambil kebijakan naikan harga BBM subsidi atau tidak, jangan ada pembatasan BBM subsidi, kalau mau naikkan segera, jangan membuat masyarakat bingung," tandas Tulus.
Seperti diketahui Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengungkapkan PT Pertamina dan PT INTI akan melakukan pemasangan alat RFID (Radio Frequency Identification) untuk 100 juta kendaraan roda dua dan empat. Nantinya setelah RFID dipasang pembelian BBM subsidi bakal dibatasi. Untuk kendaraan roda dua dibatasi 0,7 liter per hari dan roda empat 3 liter per hari.
(rrd/hen)











































