"Produksi minyak dalam negeri saat ini hanya sebesar 840.000 barel per hari, ini sudah faktor alam produksi minyak terus turun tiap tahunnya," ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini di acara '100 Hari Kerja Kepala SKK Migas', di Kantor Pusat SKK Migas, Wisma Mulia, Jakarta, Senin (14/5/2013).
Dikatakan Rudi, saat ini dari produksi minyak Indonesia sekitar 800 ribu barel per hari. Yang menjadi bagian pemerintah saat ini adalah 560 ribu barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi dengan hanya 560.000 barel per hari tersebut, kata Rudi, tidak bisa memenuhi kebutuhan BBM rakyat Indonesia yang mencapai 1,4 juta barel per hari.
"Artinya masih kurang dong, sehingga untuk menutupi kebutuhan tersebut harus dari impor, dan kita harus impor sebanyak 900.000 barel per hari," ungkapnya.
Ditegaskan Rudi, dengan produksi minyak hanya 560.000 barel/hari sementara impornya 900.000 barel/hari, maka pemerintah bakal tekor. Karena harga impor tinggi, apalagi impor menggunakan dolar yang saat ini terus menguat terhadap rupiah.
"Jadi sudah sangat pantas jika harga BBM itu dinaikkan, sayang capek-capek kita produksi minyak, babak belur kita di hulu. Tahunya uang yang didapat habis semua cuma untuk dibakar," tandas Rudi.
(rrd/dnl)











































