Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, anggaran penghematan itu bakal dihabiskan untuk pembiayaan kompensasi dan infrastruktur. Adapun kompensasi yang rencananya akan diberikan adalah beras miskin (raskin), beasiswa miskin, program keluarga harapan (PKH), dan bantuan langsung tunai (BLT).
"Nggak ada sisa. Itu kan masalahnya, kemungkinan naiknya defisit kan besar karena subsidi yang membesar," kata Bambang di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk infrastruktur, menurut Bambang, anggaran yang dikeluarkan akan tertuju pada infrastruktur dasar. Namun, Ia belum dapat menginformasikan pembagian alokasi anggaran penghematan.
"Ada tapi infrastruktur dasar, saya nggak ingat angka persisnya. Tapi infrastruktur dasar yang langsung terkait dengan kehidupan masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, pemerintah juga mengejar penghematan anggaran belanja Kementerian/Lembaga (KL), supaya defisit tetap terjaga di angka 3%.
"Jadi pengurangan subsidi saja tidak cukup. Harus ada pengurangan belanja K/L. Ditambah kemungkinan ada tambahan pembiayaan. Nggak ada saving (penghematan), tapi karena menjaga daya beli masyarakat maka ada kebijakan tambah infrastruktur tapi infrastruktur dasar," pungkasnya.
(dnl/dnl)











































