Senior Manager Humas PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, pemadaman listrik biasa terjadi karena 2 faktor. Pertama karena pemeliharaan, lalu kedua akibat gangguan dari infrastruktur kelistrikan itu sendiri.
"Kalau pemeliharaan itu yang namanya mesin pembangkit itu perlu dipelihara, kalau pemadaman karena gangguan itu kita minimalkan, kalau pemeliharaan itu durasinya kita minimalkan, 3 jam harus selesai," kata Bambang kepada detikFinance, Selasa (14/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini berlaku di seluruh indonesia. Petugas akan meluncur tidak sampai 45 menit," lanjutnya.
Setelah itu, lanjut Bambang, petugas akan menganalisa penyebab dari pemadaman tersebut. Jangka waktu dari pemadaman hingga aliran listrik nyala kembali tergantung dari penyebab pemadaman, namun Bambang mengungkapkan, jangka waktunya tak akan lebih dari 3 jam.
"Pemadaman tidak akan lebih dari 3 jam, istilahnya agar ikan di akuarium masih tetap bisa hidup," tuturnya.
Namun dirinya belum bisa menjamin hal tersebut, pasalnya pemadaman listrik pun bisa terjadi karena kerusakan transmisi atau pembangkit listrik, yang membutuhkan waktu paling lambat 6 jam untuk menyala kembali dan mengalirkan listrik.
"Kalau gangguan transmisi itu bisa lebih juga. Kalau pembangkit perlu waktu yang lebih lama, daripada gangguan trafo yang ada di distribusi.
Kalau pembangkit gangguan, PLTU gangguan mati misalnya, untuk menyalakan boiler sampe nyala itu perlu waktu hingga 5-6 jam. Tapi kita upayakan agar lebih singkat," paparnya.
(/)











































