Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim mengatakan, 1.000 ton BBM yang ditimbun tersebut pasti didapat dari luar Sorong.
"Pasalnya kuota BBM subsidi untuk daerah Sorong sangat kecil, tidak lebih dari 1% dari kuota harian BBM subsidi," ujar Ibrahim saat dihubungi detikFinance, Rabu (15/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Ibrahim, BBM subsidi yang ditimbun oleh oknum polisi ini merupakan BBM jenis solar. Namun belum tentu juga solar tersebut merupakan solar yang disubsidi.
"Itu kemungkinan besar yang ditimbun adalah solar, kalau premium buat apa, dan bisa jadi itu juga solar non subsidi. Tapi nanti kita akan cek kembali dari mana BBM yang ditimbun tersebut berasal dan apakah yang ditimbun itu BBM subsidi atau non subsidi," tandasnya.
(rrd/dnl)











































