Manajer Afrika dan Timur Tengah, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Eko Rukmono mengatakan Petronas menjadi besar salah satunya karena mereka berhasil di Sudan.
"Petronas dapat minyak banyak dari Sudan, itu salah satu yang membuat Petronas besar, kita juga sedang membangun kerjasama di Sudan," ujar Eko ketika ditemui di Booth Pertamina dalam pameran 37th Indonesian Petroleum Association (IPA) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (16/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditargetkan lapangan minyak di Sudan tersebut (B2) bisa menghasilkan minyak 120.000 barel per hari, kita bisa dapat 10% dari produksinya sudah sangat baik, minyaknya bisa kita bawa ke Indonesia dan untuk meningkatkan produksi minyak Indonesia, apalagi saat ini kita negara importir," ujarnya.
Apalagi kata Eko saat ini Pertamina memiliki teknologi Heavy Oil yang bisa meningkatkan produksi minyak lebih banyak. "Teknologi ini masih jarang dimiliki perusahaan-perusahaan minyak, kita sudah punya teknologinya," ucapnya.
Apalagi Sudan saat ini masih memiliki cadangan 7 miliar barel dengan wilayah dan penduduk yang tidak terlalu besar tentu potensi Sudan sangat bagus. "Walaupun saat ini Sudan masih belum stabil kondisinya (masih perang) tapi Petronas saja berhasil disana, kenapa kita tidak," tandasnya.
(rrd/hen)











































