"Indonesia bagusnya pakai Ron berapa? Seperti industri-industri lainnya di luar negeri, baiknya pakai Ron 92 dan Ron 95, bukan RON 88," tegas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Namun saat ini, kata Karen, kilang yang dimiliki Indonesia belum bisa memproduksi pertamax sepenuhnya. "Kalau Bapak-bapak (anggota Komisi VII) pernah mengikuti pemaparan kami tentang roadmap kilang Pertamina, kilang Pertamina bisa produksi 90% pertamax baru pada tahun 2018," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2017, Pertamina sudah siap dengan produksi Pertamax sebesar 12,27 juta KL, bahkan pada 2018 produksi di kilang Balongan II dan East Java Refinery bisa mencapai 19,99 juta KL pertamax Ron 92.
(rrd/dnl)











































