"Indonesia perlu segera membangun kilang, kilang memang harus ada," kata Direktur Utama PT Pertamina (persero) Karen Agustiawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Dikatakan Karen, kilang minyak dibangun pada zaman Presiden Soeharto awalnya hanya untuk memasok BBM ke PT PLN (Persero). "Kondisi zaman Soeharto dulu, kilang hanya untuk memasok BBM ke PLN dan bukan untuk produksi premium," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya tambahan kilang minyak harus," tandasnya.
Namun, rencana menambah kilang baru yang berencana beroperasi pada 2018 saat ini terhambat, karena Kementerian Keuangan menolak memberikan insentif kilang kepada dua investor yakni Saudi Aramco dan Kuwait Petroleum Corporation.
(rrd/dnl)










































