Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500, Kok Subsidi Tetap Melambung?

Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500, Kok Subsidi Tetap Melambung?

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 23 Mei 2013 10:34 WIB
Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500, Kok Subsidi Tetap Melambung?
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM subsidi. Bensin premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar jadi Rp 5.500/liter. Tapi subsidi BBM akan tetap melonjak.

Dalam dokumen RAPBN Perubahan 2013 yang dikutip, Kamis (23/5/2013), anggaran subsidi energi tahun ini naik Rp 35,2 triliun dari APBN 2013.

Pada APBN 2013, subsidi energi dipatok Rp 247,7 triliun. Sementara dalam RAPBN-P 2013, anggaran subsidi energi naik menjadi Rp 309,9 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Subsidi energi tersebut terdiri dari subsidi BBM, elpiji, dan BBN yang nilainya Rp 209,9 triliun. Nilai subsidi ini naik Rp 16,1 triliun karena ada kenaikan subsidi BBM.

Kemudian subsidi listrik yang nilainya Rp 100 triliun, naik Rp 19 triliun dari APBN 2013 yang nilainya Rp 80,9 triliun.

Selain subsidi energi, pemerintah juga menganggarkan subsidi non energi R p48,3 triliun. Ini terdiri dari subsidi pangan Rp 21,5 triliun, pupuk Rp 17,9 triliun, benih Rp 1,5 triliun, dan subsidi untuk beberapa BUMN (KAI, Pelni, Posindo, LKBN Antara) Rp 1,5 triliun.

Kemudian ada juga subsidi kredit program sebesar Rp 1,2 triliun dan subsidi pajak/pajak DTP (subsidi PPh dan Fasilitas Bea Masuk) Rp 4,6 triliun.

Soal subsidi BBM, Menteri Keuangan Chatib Basri pernah mengatakan, apabila harga BBM subsidi tidak dinaikkan maka subsidi BBM bakal makin melambung. Jadi kenaikan harga BBM subsidi dilakukan untuk menahan lonjakan subsidi BBM.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads