Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500 Batal Kalau 'Balsem' Tak Disetujui

Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500 Batal Kalau 'Balsem' Tak Disetujui

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 27 Mei 2013 15:35 WIB
Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500 Batal Kalau Balsem Tak Disetujui
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah menyatakan, kenaikan harga BBM subsidi yang direncanakan minggu ketiga Juni 2013 bakal batal, apabila kompensasi untuk orang miskin termasuk bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem) tidak disetujui DPR.

"Kenaikan BBM hanya bisa dilakukan kalau kompensasinya (BLSM) ada, jadi pembahasan kompensasinya selesai maka kenaikan BBM akan dilakukan," kata Menteri Keuangan Chatib Basri usai pembahasan Rancanangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2013 dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Rencananya, pemerintah akan memberikan 'Balsem' kepada 15,5 juta kepala keluarga (KK) miskin senilai Rp 150 ribu/bulan, yang akan diberikan selama 5 bulan. Anggaran yang diajukan untuk 'Balsem' adalah Rp 11,6 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Balsem; masuk dalam poin RAPBN-P 2013 yang saat ini sedang dibahas pemerintah. Pembahasan RAPBN-P 2013 sesuai dengan undang-undang membutuhkan waktu selama 1 bulan. Apabila sesuai jadwal, maka pembahasan RAPBN-P 2013 akan berakhir pada 17 Juni 2013, setelah itu harga BBM subsidi akan segera dinaikkan. Rencananya, harga bensin premium naik menjadi Rp 6.500/liter, sementara solar Rp 5.500/liter.

"Kompensasi hanya bisa dilakukan setelah APBN-P, itu 1 bulan setelah diajukan. Saya tidak tahu kapan selesainya, kita belum tahu," ucap Chatib.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads