Namun, kata Sofjan, hal itu merupakan risiko yang wajar. Ia yakin daya beli masyarakat saat ini sudah cukup tinggi.
"Kenaikan harga akibat BBM tidak akan lebih dari lima persen," kata Sofyan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam jangka panjang kenaikan BBM ini menguntungkan. Tidak bisa terus menerus duit negara habis untuk subsidi sementara ongkos subsidi itu dari utang," tegas dia.
Bagi pengusaha, akan lebih baik subsidi BBM itu dialihkan sektor lain seperti infrastruktur sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. "Kita sama-sama tahu, pelabuhan sudah macet, jalan sudah macet, daya saing kita jadi berkurang," kata dia.
Ia yakin, perbaikan infrastruktur pada akhirnya akan juga meningkatkan daya saing ekonomi sehingga pengusaha bisa lebih efisien berkaitan dengan ongkos transportasi. Alhasil, dunia usaha makin efisien.
Infrastruktur yang mendesak untuk diperbaiki selain pelabuhan dan jalan untuk melancarkan barang, juga perbaikan infrastruktur listrik, air, irigasi untuk para petani. "Dengan begitu rakyat tetap bisa kerja meski BBM naik," kata dia.
Ia minta pemerintah harus cepat menaikkan harga BBM bersubsidi sambil menyiapkan sebagian dana alokasi subsidi untuk masyarakat miskin.
(ang/hen)











































