Dikatakan Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto, walau anggaran pengadaan converter kit dikurangi, Pertamina tetap dalam rencana membangun 9 SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas).
"Pertamina tetap akan bangun 9 SPBG tahun ini, di mana 7 SPBU dibangun dengan biaya Pertamina sendiri, dan 2 SPBG penugasan ke Pertamina melalui dana APBN," ucap Hari ketika dihubungi detikFinance, Kamis (30/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Hari tidak berkenan mengungkapkan berapa biaya investasi yang dikeluarkan untuk membangun 7 SPBG yang berasal dari dana Pertamina sendiri.
"Investasinya berapa? Dijawab dengan senyum saja, sedangkan dua SPBG dari APBN dananya sebesar Rp 474 miliar, tapi dana sebesar itu untuk juga digunakan untuk bagin 1 mother station, 4 mobile refueling unit (MRU), dan pipa gas sepanjang 22 kilometer," tandasnya.
Seperti diketahui Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, anggaran pengadaan converter kit untuk mengalihkan kendaraan agar bisa menggunakan bahan bakar gas (BBG) bakal dikurangi hingga Rp 50 miliar.
"Ada anggaran yang disiapkan (untuk converter kit) Rp 200 miliar lebih. Tetapi kita kurangi tahun ini Rp 50 miliar karena SBPG-nya pun belum siap. Itu belum semua infrastrukturnya siap karena yang bikin kan pertamina SPBG-nya. Jadi dipakai juga untuk menghemat anggaran (pemotongan anggaran K/L)," tutur Hidayat beberapa waktu lalu.
Namun menurut Hidayat, apabila infrastruktur SPBG sudah siap tahun depan, maka anggaran Rp 50 miliar yang dihemat, bisa dikembalikan kepada Kementerian Perindustrian tahun depan.
"Tahun depan itu mungkin akan dikembalikan. Jadi mungkin lebih dari Rp 200 miliar (anggaran converter kit) tahun depan," tandasnya.
(rrd/dnl)











































