Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menyatakan pada bulan itu keperluan masyarakat sangat besar dengan adanya bulan puasa dan tahun ajaran baru. Namun, kebijakan kenaikan harga BBM ini sangat diperlukan guna memperbaiki keuangan negara.
"Memang ini adalah persoalan yang berpuluh-puluh kali kita hadapi. Kapan pun diputuskan pasti repot, tapi kalau tidak diputuskan pun makin repot," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (4/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena permintaan suatu barang termasuk BBM terkait harga, kalau di sini murah, permintaan meningkat, tapi disertai dengan penambahan konsumsi di luar harga. Jadi belum bisa dilihat nettonya, kalau kita lihat di kuartal pertama ini saja, impor BBM realisasinya mencapai 20 persen. Itu baru bicara permintaan belum bicara pasokan, bagaimana kalau liftingnya tidak naik-naik," tandasnya.
(nia/dru)











































