Dilema Pemerintah: Naikkan Harga BBM Bikin Repot, Kalau Tak Naik Juga Repot

Dilema Pemerintah: Naikkan Harga BBM Bikin Repot, Kalau Tak Naik Juga Repot

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 04 Jun 2013 11:15 WIB
Dilema Pemerintah: Naikkan Harga BBM Bikin Repot, Kalau Tak Naik Juga Repot
Jakarta - Kementerian Keuangan mengakui kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada pertengahan bulan Juni ini akan memberikan dampak yang berat terhadap inflasi terutama pada bulan Juli mendatang.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menyatakan pada bulan itu keperluan masyarakat sangat besar dengan adanya bulan puasa dan tahun ajaran baru. Namun, kebijakan kenaikan harga BBM ini sangat diperlukan guna memperbaiki keuangan negara.

"Memang ini adalah persoalan yang berpuluh-puluh kali kita hadapi. Kapan pun diputuskan pasti repot, tapi kalau tidak diputuskan pun makin repot," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mampu memperbaiki keuangan negara, tetapi Mahendra tidak menjamin naiknya harga BBM ini mampu menciptakan surplus perdagangan dengan berkurangnya impor minyak. Pasalnya, impor minyak ini dipengaruhi banyak variabel, seperti peningkatan konsumsi masyarakat dan produksi minyak dalam negeri.

"Karena permintaan suatu barang termasuk BBM terkait harga, kalau di sini murah, permintaan meningkat, tapi disertai dengan penambahan konsumsi di luar harga. Jadi belum bisa dilihat nettonya, kalau kita lihat di kuartal pertama ini saja, impor BBM realisasinya mencapai 20 persen. Itu baru bicara permintaan belum bicara pasokan, bagaimana kalau liftingnya tidak naik-naik," tandasnya.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads