Fraksi PKS Terus Tekankan Penolakan Kenaikan Harga BBM Subsidi

Fraksi PKS Terus Tekankan Penolakan Kenaikan Harga BBM Subsidi

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 04 Jun 2013 16:16 WIB
Fraksi PKS Terus Tekankan Penolakan Kenaikan Harga BBM Subsidi
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Rapat pembahasan asumsi makro Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2013 antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI belum berakhir. Pembahasan masih berkutat pada pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan tahun ini.

Sekitar 4 jam pembahasan berlanjut, angka pertumbuhan ekonomi sudah mengkerucut ke angka 6,3%. Namun aksi saling interupsi oleh anggota Banggar membuat rapat sedikit memanas.

Saat rapat, anggota Banggar DPR dari Fraksi PKS Eki Awalmuharam menyatakan interupsi soal penolakannya menaikkan harga BBM subsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asumsi yang dibahas itu sudah dengan kenaikan BBM, itu clear di Komisi XI. Sikap PKS kita tetap ikut pembahasan, karena pemerintah tidak mengajukan asumsi dasar dengan tanpa kenaikan maka suka tidak suka, PKS terpaksa membahas yang diajukan pemerintah," ungkapnya dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

"Artinya PKS tidak setuju dengan kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah. Kita hanya ikut dalam pembahasan dan kita tetap tidak sepakat dengan pemerintah yang akan menaikan harga BBM," jelas anggota Fraksi PKS tersebut.

Pernyataan Eki mengundang rasa penasaran anggota Banggar lainnya. Bahkan ada beberapa yang tertawa kecil mendengar pernyataannya. Tampak ada respons yang tidak enak, Eki kembali ke topik pertumbuhan ekonomi. Sebab pernyataan soal penolakan ini kurang sesuai dengan topik asumsi makro ekonomi yang tengah dibahas.

"Untuk pertumbuhan ekonomi, PKS menargetkan pemerintah dapat mencapai 6,3% atau naik 0,1% dari yang diajukan pemerintah sebesar 6,2%," ujarnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads