12 Perusahaan Migas Hengkang, Jero Wacik: Tak Masalah Sudah Biasa

12 Perusahaan Migas Hengkang, Jero Wacik: Tak Masalah Sudah Biasa

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 12 Jun 2013 18:16 WIB
12 Perusahaan Migas Hengkang, Jero Wacik: Tak Masalah Sudah Biasa
Jakarta - Sebanyak 12 perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asing akan cabut dari Indonesia karena gagal mendapatkan migas di Indonesia. Bagi Menteri ESDM Jero Wacik, hal tersebut sudah biasa terjadi dalam dunia investasi migas.

"Tidak ada masalah, sudah biasa, banyak yang eksplorasi terus kosong tidak dapat apa-apa lalu pergi ya itu tidak apa-apa. bloknya dikembalikan nanti kita lelang lagi," ucap Jero Wacik ketika ditemui di Gedung DPR usai Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (12/6/2013).

Menurut Jero, walau yang saat ini ada 12 perusahaan migas asing cabut dari Indonesia namun yang akan masuk ke Indonesia lebih banyak lagi. "12 cabut yang mau masuk 30-an lebih banyak," kata Jero.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan kata Jero, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya ada perusahaan migas yang cabut lalu blok migasnya diambil perusahaan lain dan ternyata malah dapat migas banyak.

"Kalau berdasarkan pengalaman kita sebelum-sebelumnya ada blok yang dilepas perusahaan migas terus dia cabut, lalu bloknya didapat perusahaa lain, dan ternyata setelah ngebor dapat migasnya bahkan lebih besar," tandasnya.

Sebelumnya sebanyak 12 perusahaan asing yang merupakan kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) rugi hingga US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 19 triliun, karena gagal mendapatkan minyak dan gas (migas) dari laut dalam di wilayah Indonesia. Siapa saja?

Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas Aussie B. Gautama mengatakan, 12 perusahaan asing ini gagal di 16 blok eksplorasi laut dalam. Kerugian tersebut terjadi dalam kurun waktu 2009 hingga 2013, dan kerugian ditanggung sendiri oleh 12 perusahaan ini.

"Harus dipahami oleh masyarakat bahwa saat ini mencari minyak dan gas untuk penambahan cadangan minyak dan gas demi kepentingan Negara semakin sulit karena potensi yang ada lokasinya di laut dalam. Bahkan setelah dilakukan pengeboran di laut dalam, sejumlah KKKS asing yang sudah bersedia menjadi kontraktor dan operator di Blok eksplorasi laut dalam mengalami kegagalan menemukan cadangan minyak dan gas sehingga KKKS harus menanggung kerugian hingga US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 19 triliun," Aussie dalam keterangannya, Selasa (11/6/2013)

Akibat gagal, maka perusahaan asing tersebut berniat hengkang dari Indonesia, dan mengembalikan wilayah kerjanya kepada pemerintah Indonesia.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads