Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Jun 2013 18:45 WIB

Maluku, NTT dan Papua Belum Tersentuh Program Konversi Minyak Tanah ke Gas

- detikFinance
Jakarta - Sejak program konversi minyak tanah ke gas elpiji bergulir 2007, sampai saat ini hingga 2014 nanti wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua belum akan mendapatkan pasokan gas elpiji 3 Kg maupun 12 Kg. Alasannya di tiga wilayah itu masih dipasok energi lain yang masih disubsidi pemerintah.

"Maluku, Ambon, NTT dan Papua, daerah-daerah tersebut belum mendapatkan pasokan gas elpiji sampai tahun ini dan mungkin tahun depan," ucap Vice President Gas dan Gas Domestik PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu ketika ditemui di Ruang Komisi VII DPR, Rabu (12/6/2013).

Dikatakan Gigih, hal ini karena daerah tersebut masih mendapatkan dengan mudah minyak tanah yang disubsidi pemerintah dengan harga Rp 2.500 per liter. Selain minyak tanah yang masih murah, di daerah tersebut infrastruktur masih minim.

"Infastrukturnya masih minim juga, misalnya tempat penimbunan tabung elpiji, terminal pengisian elpiji, kita mesti harus bangun dulu dan itu perlu waktu dan biaya lagi," ujarnya.

Diakui Gigih, memang sebenarnya dengan masih menikmati minyak tanah Rp 2.500, hal tersebut masih membuat beban negara, karena subsidi minyak tanah juga besar.

"Ya subsidi mitan (minyak tanah) itu jauh lebih besar, sedangkan gas elpiji itu lebih murah dan lebih bersih," tandasnya.



(rrd/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed