"Kalau kita ekspor listrik itu untuk yang di Sumatera ke Semenanjung Malaysia. Itu pada 2017," ungkap Direktur Utama PLN Nur Pamudji ketika ditemui di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Dikatakan Nur, antara impor listrik dan ekspor listrik ke Malaysia bentuk perjanjiannya berbeda. "Perjanjian ini berbeda dengan yang di Serawak, karena lokasinya juga berbeda, yang di Serawak dengan Serawak Electricity Board, sedangkan yang ekspor ke Semenanjung kerjasama dengan Tenaga Nasional Berhad (TNB). Di Malaysia kan ada 3 perusahaan listrik, TNBm Serawak dan Sabah," ujar Nur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Israel dan Palestina saja interkoneksi (listriknya) padahal perang," ujar Nur.
Berdasarkan data PLN, impor listrik dari Serawak ke Kalimantan Barat akan dimulai pada 2015 dengan daya sebesar 230 MW, sedangkan ekspor listrik dari Sumatera ke Semenanjung dimulai pada 2017 dengan daya sebesar 2 x 600 MW atau total 1.200 MW.
(rrd/dnl)











































