Buku berwarna biru itu memiliki sampul dan judul yang sama. Namun, cara bercerita dari ketiganya berbeda-beda. Buku yang berukuran paling kecil dari ketiganya memiliki bahasa yang ditujukan untuk kalangan masyarakat berpendidikan tinggi. Dengan penjelasan yang bisa dikatakan lebih rumit, buku ini diharapkan dapat diterima bagi mereka yang lebih berpikir kritis.
Buku kedua, dengan ukuran sedang, ditujukan untuk masyarakat berpendidikan menengah. Cara penyampaian buku bergambar itu lebih ringan sehingga bisa diterima oleh siapa pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buku ini bagus, jadi cara penyampaiannya beda-beda, ada yang untuk pendidikan tinggi, menengah, dan semuanya," ujar salah seoarang undangan Acara "Sosialisasi Kebijakan Kenaikan BBM & Kompensasinya Kepada Para Pimpinan Organisasi Perempuan di Tingkat Pusat" di Gedung Auditorium Utama Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jl. Ahmad Yani, Jakarta, Rabu (19/6/2013).
Direktur Anggaran II Kementerian Keuangan, Dwi Pujiastuti Handayani menyatakan pemberian buku itu merupakan prakarsa dari Tim Sosialisasi Penyesuaian Subsidi BBM yang diketuai Wakil Presiden dan dikoordinasi oleh Kemenko Kesra.
Meski sudah pernah dibagikan, buku ini kembali dibagikan pasca disahkannya APBNP 2013. Untuk pertama kali, buku ini dibagikan kepada puluhan ibu-ibu dari organisasi perempuan. Tujuannya agar ibu-ibu yang merupakan kalangan masyarakat yang merasakan betul dampak kenaikan harga akibat kenaikan harga BBM, dapat mengerti alasan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Sosialisasi ini dilakukan untuk menghadapi kenaikan harga, dilakukan ke ibu-ibu karena mereka yang menghadapi kenaikan barang, bahan makanan di pasar," tandasnya.
(ang/ang)











































