"Kalau tanpa kebijakan kenaikan BBM, konsumsi BBM rata-rata naik 10 persen, jadi diperkirakan cadangan minyak Indonesia habis 20 tahun," ujar Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty saat ditemui di Auditorium kantor pusat Ditjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Rabu (19/6/2013).
Menurut Anny, jika konsumsi BBM subsidi masyarakat dapat ditahan, maka cadangan minyak dapat dijaga hingga 38 tahun. "Kalau pola konsumsi bisa mulai dikendalikan cadangannya bisa sampai 30-38 tahun, sehingga bisa ada penambahan 10-18 tahun," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau harga murah cenderung kita tidak berhemat, smuggling (penyelundupan). Produksi motor hampir 10 juta unit roda dua, tahun lalu, mobil 800 ribu ternyata produksinya 1,2 juta mobil, tahun ini diperkirakan bisa 1,5 juta," paparnya.
Padahal, Indonesia tidak memiliki cadangan minyak yang banyak jika dibandingkan negara pemilik cadangan minyak lainnya.
Anny menyebutkan beberpaa negara dengan cadangan minyak besar. Contohnya Venezuela yang memiliki cadangan minyak 297,6 miliar barel dengan jumlah penduduk 29,3 juta, Saudi Arabia memiliki jumlah cadangan 267,9 miliar barel dengan jumlah penduduk 28,1 juta, China memiliki 25,6 miliar barel dengan jumlah penduduk 1,334 miliar.
Sementara Indonesia memiliki cadangan minyak 4 miliar barel dengan jumlah penduduk 242,3 juta, Malaysia memiliki cadangan 4 miliar barel dengan jumlah penduduk 28,9 juta, dan Brunei memiliki cadangan 1,1 miliar barel dengan jumalh penduduk 0,4 juta.
"Jadi wajar kalau di negara yang cadangan minyaknya banyak harganya murah, tapi kalau kita, cadangannya 4 miliar barel jumlah penduduknya banyak, harusnya tidak seperti sekarang," ujar Anny.
(nia/dnl)











































