Penelusuran detikFinance di SPBU 61.751.01 di Jl Kesuma Bangsa, Kamis (20/6/2013) dini hari, kendaraan roda empat berjejer sampai sepanjang 200 meter mengantre di SPBU 24 jam itu untuk mengisi BBM premium.
Belum lagi kendaraan roda dua, yang didominasi oleh motor bertangki dan ber-cc besar. Setiap malam hingga dinihari, pemandangan itu sering terjadi lebih dari sepekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menduga, ini motor-motor penimbun bensin premium. Memanfaatkan momen menjelang kenaikan BBM, bensin Rp 4.500/liter disimpan, kemudian dijual dengan harga tinggi setelah kenaikan Rp 6.500/liter," kata seorang warga, Sofian (41), saat mengantre di SPBU Jl PM Noor, Kamis (20/6/2013).
Sofian yang PNS di lingkungan pemerintahan itu mengaku harus mengantre malam hari lantaran mengira mengisi bensin di malam hari, tidak akan terjadi antrean yang panjang seperti yang terjadi pagi, siang hingga sore hari.
"Ternyata saya salah kira. Saya ini antre di sini sekitar jam 23.45 tadi. Hampir 2 jam saya belum juga bisa sampai di pompa pengisian. Lihat saja berapa banyak motor bertanki besar antre di depan saya," ujar Sofian.
"Selama saya mengantre, saya lihat ada beberapa motor bertanki besar, 2 kali mengisi. Padahal dengan motor dan nomor polisi yang sama, beda pengemudi. Ini biasanya yang suka nimbun, jual bensin eceran. Ini parah," ketus Sofian.
Warga lainnya yang ikut mengantre di SPBU Jl PM Noor, Suryadi (36), mengeluhkan panjangnya antrean yang terjadi tidak mengenal waktu, baik itu pagi, siang, sore dan malam hari.
"Bahkan sampai pagi ini pun, antrean tidak karuan. Mana sekarang tidak ada polisi berjaga, pengendara motor tanki besar saya semakin leluasa pulang pergi mengisi bensin. Silakan anda menilai sendiri, mas." ketus Suryadi.
"Normalnya tidak seperti ini. SPBU ini kalau tengah malam lewat tidak akan seramai dan sepanjang ini antreannya. Lha ini, kok antrean panjang setiap malam. Anehnya, penjual premium eceran sekarang berkurang, tapi setiap malam bolak-balik ke SPBU. Itu bensinnya yang dibeli pada ke mana?" tanya Suryadi.
Antrean di SPBU 24 jam di Samarinda, memang terpantau semakin panjang setiap harinya, terlebih lagi usai DPR RI beberapa hari lalu menyetujui RAPBN-P 2013 yang akan berdampak terhadap kenaikan BBM premium menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter.
(ang/ang)











































