Jelang BBM Naik, Pertamina Impor Premium dan Solar 2,2 Juta Barel

Jelang BBM Naik, Pertamina Impor Premium dan Solar 2,2 Juta Barel

- detikFinance
Jumat, 21 Jun 2013 12:12 WIB
Jelang BBM Naik, Pertamina Impor Premium dan Solar 2,2 Juta Barel
Foto: Maikel-detikFinance
Jakarta - Jelang kenaikan harga BBM bersubsidi yang rencananya diumumkan malam hari ini, PT Pertamina (Persero) menyiapkan pasokan BBM secara cukup. Pertamina melakukan impor BBM 2,2 juta barel.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyatakan, impor BBM subsidi tersebut terdiri dari premium sebanyak 1 juta barel dan solar 1,2 juta barel.

"Antisipasi kebutuhan meningkat, proses penambahan impor itu menjadi 1,2 juta barel solar, 1 juta barel premium," kata Hanung usai pengecekan fasilitas terminal BBM Plumpang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (21/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara pada situasi normal, impor hanya dilakukan sebesar 450 ribu barel per hari. "Impor ini rata-rata per harinya kurang lebih sekitar 450 ribu barel per hari. Untuk produk BBM, termasuk premium, solar, avtur. Di atas kebutuhan normal tersebut ini additional (tambahan). Biasa melakukan tambahan-tambahan impor di periode-periode khusus seperti ini," jelasnya.

Ia menuturkan, 1 juta barel premium setara dengan 170 ribu kiloliter (KL), dan 1,2 juta barel setara dengan 200 ribu KL. Volume tersebut diyakini dapat mencukupi kebutuhan masyarakat jelang kenaikan harga.

"Berdasarkan data penyaluran 10 hari terakhir. Walau sudah naikkan throughput-nya. Dalam 3 hari bahkan sudah mencapai titik 100 ribu barel per hari, Pertamina putuskan tambah impor untuk menjaga cadangan bbm tidak turun dari 18 hari," sebut Hanung.

BBM impor akan datang dalam minggu ini ke depan atau di luar mekanisme normal yang biasanya selama 3 bulan. Impor dilakukan oleh Petral Singapura.

"Ini di luar kondisi normal, peningkatan kebutuhan seperti saat ini atau gangguan di kilang akan kompensasi dengan impor," pungkasnya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads