"Kita akan upayakan selama pemerintahan Pak SBY produksi minyak kita bisa mencapai 1 juta barel per hari (bph), dan tentu diimbangi juga terus meningkatkan produksi gas," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Merdeka, Jumat (21/6/2013)
Menurut Hatta untuk meningkatkan produksi minyak dan gas tersebut antaralain Pertama, mengoptimalisasi dari sumur minyak yang sudah tua.
Kadua, mempercepat eksplorasi dengan cara memotong perizinan-perizinan yang panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Produksi minyak Indonesia tahun ini tidak sesuai target dalam APBN dimana produksinya hanya rata-rata 840.000 barel per hari (bph), sementara targetnya 900.000 bph.
Selain itu, pemerintah juga akan berupaya mengendalikan permintaan bahan bakar minyak (BBM) dengan mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan. Misalnya biodisel akan diwajibkan hingga 10% komposisinya.
"Mempercepat penggunaan gas dengan membangun infrastruktur. Melakukan penghematan, misalnya penggunaan listrik yang hemat energi. Terus kita perkenalkan kendaraan yang LCGC, ini upaya kita dari segi mengatur permintaan," kata Hatta.
Meski demikian Hatta menegaskan pemerintah akan tetap memberikan subsidi kepada masyarakat dengan cara yang paling tepat sasaran.
"Subsidi wajib tetap diberikan. Tidak boleh masuk ke harga pasar, tetap harus ada subsidi. Hanya subsidi yang diberikan harus berkeadilan, langsung diberikan kepada yang membutuhkan. Yang lebih tepat saran, jangan malah seperti sekarang 70 persen tidak tepat sasaran," tegas Hatta.
(hen/hen)










































