Banyak Demo Penolakan Kenaikan BBM, Hatta: Biasa di Negara Demokrasi

Banyak Demo Penolakan Kenaikan BBM, Hatta: Biasa di Negara Demokrasi

Zulfi Suhendra - detikFinance
Sabtu, 22 Jun 2013 13:58 WIB
Banyak Demo Penolakan Kenaikan BBM, Hatta: Biasa di Negara Demokrasi
Jakarta - Kenaikan harga BBM bersubsidi memicu penolakan dari berbagai kalangan. Demo terjadi di beberapa titik di Indonesia tadi malam. Apa tanggapan pemerintah?

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menanggapi hal ini dengan santai. Menurutnya, demo yang dilakukan adalah hal yang wajar mengingat negara Indonesia adalah negara demokrasi.

"Demo itu biasa, namanya juga negara demokrasi. Sepanjang dilakukan dengan tertib, jangan anarkis. Demo itu biasa," kata Hatta usai melakukan penyaluran BLSM di Kantor Pos Jakarta Mampang, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Hatta mengungkapkan aparat keamanan masih harus terus berjaga-jaga dalam beberapa waktu ke depan. Dikahawatirkan, kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM mulai hari ini masih akan memicu penolakan dari sejumlah pihak.

"Ini kan baru kita tentukan harganya. Jadi wajar petugas berjaga-jaga, bukan sesuatu yang luar biasa," katanya.

Hatta meyakini, gejolak yang terjadi dari penolakan masyarakat tidak akan berlangsung terus menerus. Menurutnya, masyarakat Indonesia telah paham dengan kebijakan pemerintah yang diambil, terlebih ada pemberian balsem (BLSM) yang disalurkan bagi masyarakat kurang mampu.

"Saya yakin masyarakat kita itu sudah cukup memahmi situasi bangsanya, negaranya. Tantangan yg dihadapi dan kita jaga apa yg sudah kita capai jangan sampai terganggu. Kita harapkan kita jaga ketertiban dan keamanan," katanya.

"(Soal BLSM) Mereka paham, happy. Mereka mengatakan terima kasih. Mereka tahu. Dan ini bantuan pemerintah mereka menyambut baik. Itulah mengapa kita harus memberikan," jelas Hatta.

(zlf/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads