Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menanggapi hal ini dengan santai. Menurutnya, demo yang dilakukan adalah hal yang wajar mengingat negara Indonesia adalah negara demokrasi.
"Demo itu biasa, namanya juga negara demokrasi. Sepanjang dilakukan dengan tertib, jangan anarkis. Demo itu biasa," kata Hatta usai melakukan penyaluran BLSM di Kantor Pos Jakarta Mampang, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan baru kita tentukan harganya. Jadi wajar petugas berjaga-jaga, bukan sesuatu yang luar biasa," katanya.
Hatta meyakini, gejolak yang terjadi dari penolakan masyarakat tidak akan berlangsung terus menerus. Menurutnya, masyarakat Indonesia telah paham dengan kebijakan pemerintah yang diambil, terlebih ada pemberian balsem (BLSM) yang disalurkan bagi masyarakat kurang mampu.
"Saya yakin masyarakat kita itu sudah cukup memahmi situasi bangsanya, negaranya. Tantangan yg dihadapi dan kita jaga apa yg sudah kita capai jangan sampai terganggu. Kita harapkan kita jaga ketertiban dan keamanan," katanya.
"(Soal BLSM) Mereka paham, happy. Mereka mengatakan terima kasih. Mereka tahu. Dan ini bantuan pemerintah mereka menyambut baik. Itulah mengapa kita harus memberikan," jelas Hatta.
(zlf/ang)











































