"Jika pemerintah mengganti subsidi BBM dari Premium ke Ron 90 konsekuensinya subsidi BBM pasti akan bertambah," ujar Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko, ditemui di Ruang Komisi VII Gedung DPR, Senayan, Rabu (26/6/2013).
"Hitungannya, kuota konsumsi premium 30 juta KL (kiloliter) tahun ini, beban subsidi pemerintah dikalikan Rp 150 per liter dari selisih biaya produksi premium dibanding Ron 90, jadi perlu ada tambahan subsidi BBM Rp 4,5 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya bagi masyarakat yang ingin mendapatkan Ron berkualitas lebih bagus bisa beralih ke Ron 90 dan tidak lagi membeli premium, memang Ron 90 ada mengandung subsidi tapi subsidinya tidak sebesar premium, harapannya subsidinya bisa berkurang, tapi ini yang BBM dinaikkan saja sudah susah sekali prosesnya, apalagi yang ini," ucap Suhartoko.
(rrd/dnl)











































