"Indonesia dianugerahi kompor dalam perut bumi yakni gunung berapi, di bawah gunung berapi pasti ada magma, di sana pasti ada panas bumi," ucap Jero Wacik dalam Talk Show 'Indonesia Menuju Energi Hijau, di Auditorium BPPT, Jakarta, Rabu (3/7/2013).
Bahkan sejak 25 tahun potensi panas bumi terbesar di dunia yakni 40% dimiliki Indonesia, tetapi baru 4% yang dimanfaatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, kata Jero, jika dimanfaatkan 20%-nya saja, maka Indonesia punya kapasitas listrik mencapai 15.000 Mega Watt.
"Kesulitan kita ada di Kehutanan, ada pasal hutan lindung itu pohonnya tidak boleh dipotong satu pun, tapi saya sudah paraf kemarin revisi undang-undang EBT, jadi nanti panas bumi tidak dikategorikan lagi sebagai sektor pertambangan, jadi Kemenhut bisa segera kasih izin," jelasnya.
Apalagi dalam setiap proyek panas bumi di hutan, dari 500.000 hektar hutan yang dipakai hanya 10 hektar. "Kecil sekali yang dipakai buat eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di wilayah hutan," tandasnya.
(rrd/dnl)











































