Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandi di kantornya, Gedung City Plaza, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (3/7/2013).
"Tiga tahun terakhir pemboran kita rendah, jauh dibanding 5 tahun sebelumnya. Cuma sampai 1.000-an, 5 tahun sebelumnya bisa sampai 1.500," ungkap Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi menyampaikan, sehebat apapun teknologi yang dimiliki, jika tanpa pemboran hasilnya akan nihil. Ke depannya, Rudi mengharapkan, pemboran harus diutamakan dan menjadi prioritas dalam melakukan eksplorasi.
"Boleh bayar berapapun GNG (Geologi dan Geofisika) apapun yang hebat tanpa di bor, tidak ada artinya. Apabila ada urusan pemboran, maka itu nomor satu didahulukan, dicepatkan. Saya tidak ingin pencanangan pemboran tahun ini hanya jargon. Selama 3 tahun terakhir realisasi tidak menggembirakan," tutupnya.
(zul/dnl)











































